Tampilkan postingan dengan label Pahit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahit. Tampilkan semua postingan
21 Januari 2013
Kiara Condong ( Please Let Me Get What I Want)
Januari 21, 2013
Daging Organik,
iseng,
Pahit,
Semacam Kenangan,
Tau ah Gelap,
Wanita,
AKU, seorang perempuan duduk sendiri di atas karat besi relTatap matanya biasa saja pandangi gerombolan bocah yang mulai berangsur pulang
Tinggal aku dan gerbong-gerbong kereta yang tersisa
Malam kian pekat
Kawan-kawanku mulai muncul satu-persatu
Gincu bibir, perona wajah dan baju dengan warna terang sebagai undangan
Agar mereka segera datang !
Hai, durjana kelamin ! Mari datanglah padaku !
Kan tersuguhkan gumpalan daging diantara lipatan-lipatan tubuhku
Tuk ditukarkan dengan lembaran lusuh rupiahmu
13 Agustus 2012
Dalam sunyi dan hening
Agustus 13, 2012
Mapati,
obral obrol,
Pahit,
Semacam Kenangan,
Aku:
Continue Reading
Setetes jiwa di dalammu
Memaki aku
Bagai titian karang
Yang robek serpihan hati
Tenggelam dan menangis
Kuacak dirimu
Dengan beban dentang waktu
Selalu memangsamu di ujung jalan
Bertikai dalam kebimbangan manunggal
Aku, kamu, kita
Artiku, artimu, arti kita
Adamu, adaku, adanya kita
Siapa aku, siapa kamu, siapa kita
Memaki aku
Bagai titian karang
Yang robek serpihan hati
Tenggelam dan menangis
Kuacak dirimu
Dengan beban dentang waktu
Selalu memangsamu di ujung jalan
Bertikai dalam kebimbangan manunggal
Aku, kamu, kita
Artiku, artimu, arti kita
Adamu, adaku, adanya kita
Siapa aku, siapa kamu, siapa kita
26 Mei 2011
Selamat Siang Bayang
selamat siang, bayang
terlalu lama sembunyi dari tarian jemari
imajinasi demam berhari-hari
ia yang hilang datang mencumbu
kenapa pulang sekarang?
Continue Reading
terlalu lama sembunyi dari tarian jemari
imajinasi demam berhari-hari
ia yang hilang datang mencumbu
kenapa pulang sekarang?
Continue Reading
Pahit Itu Manis
Pahit itu manis
Apalagi ketika kau tau
Apa yang kau rasa ternyata tak sama dengan kenyataanya
Kadangkala hati berontak dan berkata tidak
Tapi apa daya tak guna terus menggerutu
Menunggu dan menunggu
Lebih baik sudahi dan kemasi semua rasa itu
Lanjutkan kembali lalu rangkai hari yang begitu biru
Lantas jangan kau kubur berangkal harapan itu
Tapi Biarkan berangkal harapan itu menjadi pelajaran
Bahwasanya kau pernah jatuh tersungkur terbalik
Namun kembali tegap berdiri menyongsong hari esok
Sekali lagi Karena PAHIT ITU MANIS
Langganan:
Postingan (Atom)
Designed By: Blogger Templates | gnulinux.org

